Selasa, 27 April 2021

Hadits 1 : Tentang Ikhlas dalam niat

بسم الله الرحمن الرحيم

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِي حَفْصٍ عُمَرَ بْن الْخَطَّابِ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ- قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - يَقُولُ: «إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ» (أخرجه الشيخان(

Artinya :

Dari Amirul mukminiin Abu Hafs; Umar bin al-Khottob ra beliau berkata, aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda : "Sesungguhnya amal itu bergantung kepada niatnya, dan sungguh setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya. Maka barang siapa hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya, ia mendapat balasan hijrah karena Allah dan rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang ia cari, atau karena perempuan yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya hanya (bernilai) seperti apa yang ia niatkan" (H.R Syaikhoni [Bukhori-Muslim] )

Senin, 26 April 2021

TAWASSUL DENGAN RASULULLAH SAW

 



Rasulullah Saw adalah makhluk Allah Swt yang paling mulia. Kedudukan beliau adalah yang paling tinggi dibandingkan dengan seluruh makhluk yang lain. Sebagai umatnya, kita diperintahkan untuk mencintai beliau, melebihi cinta kita kepada orang tua, istri,  maupun anak-anak kita. Salah satu bentuk cinta umat ini terhadap nabinya adalah dengan seringnya kita menyebut-nyebut nama beliau Saw, baik dalam shalawat, doa, ataupun lainnya.